31 Oktober 2008
Cewek Mars
Pace : "Kamu sedang apa?."
Cewek : "Membuat bayi"
Pace : "Oh kalau di bumi cara membuat bayi bukan begitu..."
Cewek : "Lalu, caranya bagaimana?."
Yaklep :"Hmmm .. Susah menjelaskannya, tapi sangat mudah mempraktekkannya."
Cewek Mars itu setuju Yaklep mempraktekkannya.
Setelah Yaklep selesai mempraktekan cara membuat anak versi bumi,
Cewek Mars itu bertanya... "Lho? Mana bayinya???."
Yaklep : "Bayi itu baru akan jadi 9 bulan lagi.."
Cewek : "kalau begitu .. kenapa kamu berhenti mengaduk? "
30 Oktober 2008
Dulu dan Sekarang
“Apa bedanya anak-anak jaman tempo dulu dengan anak-anak jaman sekarang” kata Yaklep. “Tra ada beda dulu ke… sekarang …ke sama kitong sebut tetap saja anak-anak”jawab Obed. “Salah!!!!!!!, kata Yaklep.”Iyo ko menang sudah... sa pas” Obed menyerah. ”Bedanya...Anak-anak Tempo Dulu... Kalau Mau Kawin...Tukar Cincin Dulu. Tapi Anak-anak Sekarang... Tukar Kencing Dulu... Baru Ka..win” kata Yaklep.
Obed Ahh !!!???
29 Oktober 2008
Serba Mahal
Anak: “Bapa, sa lapar nih, bapa bikin Pisang Goreng kah?”
Yaklep: ” Jangan minta pisang goreng, Minyak Goreng mahal!!”
Anak: “ Kalo begitu, pisang rebus saja,”
Yaklep: “ Rebus tra bisa, minyak tanah juga mahal,”
Anak: “ Bagemana kalo dibakar saja,”
Yaklep:” Pake kayu dari mana? Skarang yang tebang-tembang kayu sembarang tuh nanti dapat tangkap,”
Anak:” Kalo begitu sa mo makan pisang mentah saja!”
Yaklep: “ Jangan, nanti perut sakit, Obat mahal,”
Anak semakin emosi deng pace pu jawaban.
Anak:” Mahal..mahal..mahal... bapa kerja too, jang hanya baca koran terussss!!”
Yaklep marah dia kejar anak, anak larii...
Beli Kacamata
Pelayan : "Siang pace, ada yang bisa di bantu?"
Yaklep: "sa pu mata su rusak, coba ko cari kaca mata yang pas kah…..” Pelayan : "pace so pernah pake kacamata kah…?"
Yaklep: "Ohh..belum...."
Pelayan : "Kalu bagitu torang periksa dulu. Mari Pace, torang ke tampa periksa."
Pelayan : "Pece, ini huruf apa ?" (sambil tunjuk tu huruf yang sediki basar)
Yaklep: "aduh… tra jelas..."
Pelayan : "Kalu huruf ini…?" (Sambil tunjuk huruf yang lebih basar)
Yaklep : "Masih kurang jelas..."
Pelayan : "aduh.. pace ini sudah huruf yang paling besar. Coba lihat lagi huruf apa ini….?" (sambil tunjung huruf yang basarnya sama deng piring)
Yaklep: "Sama saja...masih tra jelas"
Pelayan : (sambil garu-garu kapala karena bingung) "Kenapa dari tadi pace ko bilang tra jelas terus, baru bagaimana ini….??”
Yaklep: "habis… sa tra pernah sekolah jadi, bagai mana sa mau tau itu huruf apa….?"
molo
Tapi dorang dua bingung geleng –geleng kepala bagaimana mungkin Musa bisa menyebrang laut yah........terus jemaat semua berdiri dan menyanyikan lagu : Deng apa MUSA Menyebrang....? Berlayar Tidak.......Berenang Tidak. Dorang dua dibelakang langsung ikut menyanyi dan menjawab Mungkin Dia Molo kah...
Merantau
28 Oktober 2008
Napi
Sipir:"Baiklah...hadirin sekalian selanjutnya spontanitas dari Napi Obed".
"Saya akan menyanyikan sebuah lagu kesukaan saya" kata Obed.
Dan inilah yang membuat Napi-napi dan para tamu undangan ketakutan.
Obed ambil nafas lalu mulai melantunkan sebuah syair lagu: “Akuuuu Masih Seperti Yang Duluuuu...".
Mendengar lagu yang dibawakan oleh si Kanibal, spontan seluruh undangan lari terbirit-birit beserta para Sipir dan Napi lainnya.
27 Oktober 2008
Pelaut
“Kase tinggal suda, tra usah kitong pusing,’kata Pace.
Dong dua kembali asik ngobrol. Begini Mace berteriak. “Aduh !!! anak sa kira ko siapa,” langsung Mace peluk pemuda yang tadi dia lihat berjalan oleng. “Tapi anak sa mo tanya, knapa gaya ko berjalan lain,”kata Mace.
“ Mama kaya tra tau, sa ni kan pelaut”jawab Yakop.
“Anak ! ko baru lima tahun saja jadi pelaut su jalan oleng kiri kanan, Bapakmu ni su kawin sama ko pu Mama lima puluh tahun tapi sa jalan tra maju mundur,”ucap Yaklep sambil memperagakan gerakan pinggul maju mundur.
Mace Yaklep dan Yakop “Ah….!!!????
24 Oktober 2008
Kantong Persembahan
Pace Yaklep deng Pace Mon baru pertama kali ikut kebaktian di Gereja. Waktu kebaktian berlangsung, begini tra lama kantong persembahan mulai dijalankan Yaklep ko tanya sama pace Mon. Yaklep : “Mon, itu kantong apa?”
Mon : itu kantong persembahan. Yaklep ko geleng-geleng kepala tanda mengerti. Pas kantong persembahan sampe di Yaklep, Yaklep ko isi tangan saja. Kebaktian selesai, Yaklep deng Pace Mon ne dong dua langsung pulang. Dalam perjalanan Yaklep ko bicara sama Pace Mon sambil kasi tunjuk uang Rp.1.500 di dia pu tangan.
Yaklep : “Mon, aduh… sa hanya dapat persembahan Rp.1.500 saja. “
Mon : “Persembahan apa? “
Yaklep :"Kantong persembahan yang di kasih ke sa tadi to". Ternyata kantong persembahan, Yaklep dia bukan isi tapi malah ambil persembahan itu.
22 Oktober 2008
Partai ke 49
Pace Yaklep deng dia pu sobat Obed cerita soal pemilu lalu. Yaklep:"Eh..Obed ko tau, kalu jumlah partai yang mo ikut pemilu kemarin bukan cuma 48, tapi ada 49 partai. Hanya satu partai yang tra dapa ijin ikut pemilu". Obed : "Apa !! satu partai itu apaka ?". Yaklep :"Partai Parampuan". Obed : "Kasian dorang tra dapat ikut pemilu?". Yaklep : "Itu gara-gara dorang pu lambang partai". Obed :”Dorang dorang pu lambang partai apaka..?" Yaklep :"Tentu dong pu lambang Parampuan too..!". Obed : "Untung panitia pemilu tra kase ijin, kalu trada, samua laki-laki pasti suka deng itu partai". Yaklep :"Bicara lagi..eeh ko sa lempar deng sandal...!"
21 Oktober 2008
Pasir dalam genggamanmu
Segala
macam hubungan antar manusia itu mirip pasir dalam genggamanmu, jika berada pada telapak tanganmu yang terbuka, pasir itu akan tetap pada tempatnya. Namun jika kau kepalkan tangan mu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jemarimu mungkin ada yang tersisa dalam tangan mu, tapi kebanyakan
akan jatuh. Pacaran adalah seperti itu kalau dipertahankan dengan longgar, dengan menghormati dan membebaskan orang lain hubungan cinta itu akan tetap utuh. Tapi jika di genggam terlalu erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan lepas dan hilang.

